Postingan

IRONI 249: MEMBUNUH PANGLIMA NEGERI

Gambar
  IRONI 249: MEMBUNUH PANGLIMA NEGERI (Rachel Marselino)   Tenaga Kesehatan saat ini menjadi salah satu korban penjajahan dan kedzoliman politik . Aku bagian dari mahasiswa Kesehatan, mungkin tak banyak dari kami yang memliki kemampuan dan keberanian untuk menyampaikan persoalan ini. Bayangkan, sejak berada di bangku kuliah, ilmu kesehatan menjadi salah satu study tersibuk dengan biaya pendidikan yang sangat tinggi. Ditambah lagi dengan factor resiko kerja paparan virus, penyakit, dan resiko cidera yang juga sangat tinggi. Namun apa yang terjadi saat ini? Musibah dengan sengaja menghampiri kami melalui tangan-tangan keji penguasa negeri. Entah apa yang mereka pertimbangkan, yang jelas perlakuan semacam ini sangat tidak pantas diterima para tenaga Kesehatan. Pemberhentian 249 nakes terjadi, dengan pencabutan SPK .   Kepala dinas Kesehatan Manggarai memberikan statement bahwa pencabutan SPK 249 nakes ini berkaitan dengan aturan penghapusan tenaga (non- Asn) oleh ...

Mendidik Negeri, Membangun Pondasi Demokrasi

Gambar
  Mendidik negeri, membangun pondasi demokrasi (Rachel Marselino)               Siapa yang tidak mengenal Socrates? Tokoh filsuf dan pemikir ternama. Bagi socrates filosofi bukanlah hasil, bukan pula ajaran yang berdasarkan dogma . Bagi Socrates, filosofi tidak lain ialah fungsi yang hidup, fungsi untuk menunjukan serta menghidupkan nilai-nilai kebenaran. Dalam konteks demokrasi, Socrates menjadi salah satu tokoh yang menentang demokrasi. Dalam benak Socrates beranggapan bahwa demokrasi   adalah suatu sistem yang buruk. Jauh sebelum demokrasi modern terlaksana, filsuf asal Yunani ini pernah mengatakan bahwa “Demokrasi adalah sistem yang buruk, jika tidak adanya pemahaman politik yang setara antar masyarakat.”               Analogi sederhana dari sistem demokrasi seperti ini; jika dalam sebuah negara terdapat 1000 orang yang memiliki hak untuk memili...

APA YANG KAU CARI DISINI?

  APA YANG KAU CARI DISINI   Sebagai seorang manusia yang dianugerahi akal pikiran, kerapkali ragam persoalan melilit isi kepalaku. Pernah suatu ketika aku membaca sebuah kutipan perkataan dari seseorang yang membuatku sedikit bergeming dan sejenak berpikir. Dia Bernama Tom Hanks, dia juga dikenal sebagai seorang aktor, ia pernah berkata “Kita butuh uang untuk sekolah, kita juga butuh sekolah untuk mencari kerja, kita butuh kerja untuk mencari uang. Saya salut pada pembuat sistem gila ini.” Ujar Tom Hanks Kalo dipikir-pikir bikin mikir juga, kalo sistemnya seperti itu lantas apa yang kita cari disini? Apa orientasi kita dalam perjuangan hidup di dunia ini? Coba kita inget-inget kutipan perkataan Buya Hamka “Kalo hidup hanya sekedar hidup, kera di rimba juga hidup. Kalo kerja hanya sekedar kerja, kerbau di sawah juga bekerja.” Kutipan diatas bukankah menunjukan bahwa pada hakikatnya hewan pun juga sedang berjuang, lantas apa yang membedakan perjuangan antara manusia...

SUKSES ADALAH KEBIASAAN (HAPUS SAJA TINTA INI) #1

  HAPUS SAJA TINTA INI     #1 SUKSES ADALAH KEBIASAAN Banyak dari kita yang mungkin masih belum begitu menyadari bahwa peran sebuah habits dalam sebuah perjalanan menuju kesuksesanya adalah sebuah peran yang krusial. Sebagian peneliti telah melakukan penelitian terkait hal ini. Salah satu penulis buku ternama ‘John Maxwell’ pernah mengatakan bahwa "Kesuksesan adalah buah dari apa yang kita lakukan secara berulang". Dalam artian, kebiasaan-kebiasaan positif yang kita lakukan setiap harinya sangat berpengaruh terhadap kesuksesan yang kita tuju. Begitupun sebaliknya, kebiasaan buruk yang kita lakukan akan berpengaruh terhadap sebuah kesuksesan. Banyak juga sebagian orang terfokus pada sebuah tujuan dan melupakan kekuatan dari sebuah sistem dalam menggapai suksesnya. Sebenarnya juga perlu kembali kita pahami, apa makna sukses yang sebenarnya?. Kesuksesan hanya bisa di definisikan oleh setiap individu masing-masing. Setiap individu memiliki pandangan tersendiri terha...

UNTUK APA AKU PULANG?

  UNTUK APA AKU PULANG?   Lamongan, kota   yang sepertinya cukup nyaman untuk singgah dari panjangnya kelana. Bapak itu tidak terlalu tua, juga tidak lagi muda. Sebut saja bapak Sumarto namanya (nama   samaran). Pak Sumarto yang saya temui beberapa waktu lalu ini seorang pekerja keras. Ia bekerja dengan sangat mulia sebagai pembersih dan pengolah limbah yang biasa orang kota menyebutnya ‘pemulung’. Malam itu, aku jumpai pak Sumarto di tengah dinginnya angin malam. Di sebuah lokasi tempat transaksi jual-beli terpadat di kota ini, pak Sumarto singgah. Tempat itu biasa di sebut ‘pasar tingkat’ oleh masyarakat setempat. Ketika hendak beranjak menuju lokasi pak Sumarto beristirahat. Aku juga sempat berkeliling ke tempat-tempat yang biasanya menjadi tempat singgah bagi para pejuang nafkah seperti pak Sumarto. Hingga akhirnya, dari beberapa tempat tersebut aku sangat tertarik pada pak Sumarto yang tertidur tepat disamping gerobak berharganya. Rasanya tak tega aku untu...

SEHATKAH DUNIA?

  SEHATKAH DUNIA?   H ari itu disudut kota, dibawah terik sinar matahari. Bapak tua itu berdiri menunggu pembeli. Dengan murah senyum, bapak itu menawarkan dagangannya kepada setiap pengendara yang berhenti. Tampak lelah raut wajahnya, tampak begitu berat perjuangannya. Diriku takbisa membantu lebih, hanya bisa membeli jualan-nya. berharap dengan membelinya dapat sedikit membantu perjuangannya. “permisi, bapak jualan apa.” Tanyaku pada bapak tua waktu itu. “ini bapak jual krupuk ladu cung.” Jawab bapak itu dengan senyum khasnya. “harganya berapa, boleh ambilkan satu aja pak.” Ucapku. “ini cung satunya cuma lima ribu rupiah aja.” Ucap bapak tua. “ini uangnya kembaliannya buat bapak aja.” ucapku “makasih banyak yo cung, semoga dilapangkan rezekinya." Ucap bapak tua.   Memang terlihat sederhana, namun nyatanya berbagi dengan cara ini lebih membuat si bapak mulia dan tidak terpandang rendah. Bapak tua itu terlihat sangat ramah dan murah senyum. Pakaian y...

DNA SEPAKBOLA 2

  #2   YOU’LL NEVER WALK ALONE   S edikit kembali ke-usia 10tahun. Pertanyaanku yang pending terjawab saat itu menemukan jawaban. Aku hidup dengan ibuku, sejak saat itu aku sangat dekat dengan pamanku. Pamanku ini juga sangat suka dengan sepakbola. Hampir setiap tim sepakbola kotaku berlaga pamanku mengajakku menonton pertandingan-nya.   Pamanku tidak hanya mengajak aku seorang untuk menonton pertandingan sepakbola itu. Biasanya pamanku mengajak 2 orang teman se-kampungku. Kami berempat mengendarai sepeda motor untuk sampai ke stadion. Samsul arif, pemain mungil ber-nomor punggung 9 ini adalah pemain yang   sangat menarik perhatian dan aku meng-idolakan dia pada saat itu. permainan cepat dan tendangan   salto-nya sangat khas.   Dan sepakbola kampung adalah ajang untuk ku menunjukan kemampuan-kemampuan yang aku tiru dari sosok Samsul Arif. Gocek sana gocek sini, cari ruang kosong dan cetak gol. Bayang-bayang sosok Samsul Arif melekat ku...