DNA SEPAKBOLA 2
#2 YOU’LL NEVER WALK ALONE S edikit kembali ke-usia 10tahun. Pertanyaanku yang pending terjawab saat itu menemukan jawaban. Aku hidup dengan ibuku, sejak saat itu aku sangat dekat dengan pamanku. Pamanku ini juga sangat suka dengan sepakbola. Hampir setiap tim sepakbola kotaku berlaga pamanku mengajakku menonton pertandingan-nya. Pamanku tidak hanya mengajak aku seorang untuk menonton pertandingan sepakbola itu. Biasanya pamanku mengajak 2 orang teman se-kampungku. Kami berempat mengendarai sepeda motor untuk sampai ke stadion. Samsul arif, pemain mungil ber-nomor punggung 9 ini adalah pemain yang sangat menarik perhatian dan aku meng-idolakan dia pada saat itu. permainan cepat dan tendangan salto-nya sangat khas. Dan sepakbola kampung adalah ajang untuk ku menunjukan kemampuan-kemampuan yang aku tiru dari sosok Samsul Arif. Gocek sana gocek sini, cari ruang kosong dan cetak gol. Bayang-bayang sosok Samsul Arif melekat ku...